- Advertisement -spot_imgspot_img
HomeEducationBayi Prematur 1,7 kg dijadikan Konten Oleh Pihak Rumah Sakit

Bayi Prematur 1,7 kg dijadikan Konten Oleh Pihak Rumah Sakit

- Advertisement -spot_imgspot_img

Jeneponto Terkini, Parepare | Rumah sakit berperan penting dalam memberikan perawatan terbaik untuk bayi prematur dengan berat 1,7kg. Pertama, tim medis yang berdedikasi di unit perawatan intensif neonatal bekerja keras untuk memastikan bayi menerima perawatan yang sesuai dengan kebutuhan khusus mereka. Dalam hal ini, pemantauan ketat terhadap kondisi bayi dan pemberian dukungan medis yang tepat sangat penting untuk mempromosikan pertumbuhan dan perkembangan yang sehat.

Selanjutnya, rumah sakit berperan sebagai penyedia informasi dan dukungan bagi orang tua bayi prematur. Proses ini melibatkan penyampaian informasi yang jelas dan dukungan emosional untuk membantu orang tua mengatasi tantangan yang mungkin mereka hadapi.

Pendidikan mengenai perawatan khusus bayi prematur, termasuk cara berinteraksi dengan mereka, juga menjadi fokus penting untuk membangun kepercayaan dan keterampilan orang tua dalam merawat anak mereka.

See also  Lulusan Smanko, Juherdin Asal Selayar Bertekad Masuk TNI

Terakhir, rumah sakit dapat memanfaatkan platform komunikasi dan edukasi Online untuk menyampaikan informasi kepada keluarga yang bersangkutan dan masyarakat umum. Konten yang diproduksi oleh rumah sakit dapat mencakup cerita sukses, informasi medis, dan saran-saran praktis untuk merawat bayi prematur. Dengan demikian, rumah sakit dapat berperan sebagai sumber daya yang mendukung dan mendidik masyarakat dalam menghadapi situasi ini dengan lebih baik.

Pasca persalinan bayi prematur sangat memerlukan inkubator, sebab, alat ini dapat membantu bayi terhindar dari udara dingin dan infeksi bakteri. Namun dalam kasus ini, dokter dan perawat diduga lalai menjalankan tugasnya. Bukan membawa bayi ke inkubator, mereka malah melakukan sesi newborn photography untuk keperluan konten media sosial.

Ironisnya, hal tersebut dilakukan pihak klinik tanpa izin dan sepengetahuan orang tua maupun keluarga bayi.“Bayi 1,5KG kalian beginikan tanpa ada ijin dari pihak keluarga, tanpa ada pemberitahuan dari pihak keluarga. Yang harus nya ini bayi di inkubator dan di berikan perawatan yang intensif malah kalian buat review dan konten. Dimana hati nurani kalian ????????? Ini manusia loh bukan binatang !!! klinikalifa” tulis keterangan unggahan dikutip Selasa, 21 November 2023.

See also  Aliran Dana Dugaan Gratifikasi Tender Proyek di Disdikbud Sulteng Mencuat

Selain sesi newborn photography, Nadia juga mengungkap bahwa anaknya yang lahir prematur dan sangat rentan dengan suhu dingin, justru dimandikan oleh pihak klinik. “Bayi 1,5KG di mandikan !!!!!!!!! Di foto2 di video2 untuk review dan konten !!!!!!!! Nyawa di bayar nyawa” ungkapnya.

Nadia mengatakan sang anak lahir pada Senin, 13 November 2023 malam sekitar pukul 22.00 WIB di Klinik Alifa di wilayah Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Kemudian, hari Selasa, 14 November 2023, sekitar pukul 08.00 WIB, pihak klinik memperbolehkan Nadia dan bayinya pulang, tanpa diberi surat dan berkas apa pun. “Jam 22.00 bayi lahir, jam 08.00 pagi nya bayi di suruh pulang tanpa ada surat kepulangan, tanpa ada surat keterangan sehat dan bisa di rawat di rumah, adik saya bayar juga ga pake kuitansi pembayaran !!!!!!!!! Lahir ga ada surat lahir, pulang ga ada surat kepulangan, meninggal ga ada surat kematian !!!! Astaghfirullah klinik BIADAB !!! klinikalifa,” ungkapnya.

See also  Akhirnya Kasus Dugaan Korupsi Boarding School SMAN Bergulir di Polda Sulsel

Pada malam harinya, Nadia mendapati sang bayi sudah tidak bernyawa dan dilarikan ke IGD RS Jasa Kartini. Atas peristiwa ini, pihak keluarga telah melaporkan klinik tersebut ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya pada Kamis, 16 November 2023. (**)

 

Nama  :  Miftaahur Rahma

NIM   : 2220203886207005

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Must Read
- Advertisement -spot_imgspot_img
Related News
- Advertisement -spot_imgspot_img