Become a member

Get the best offers and updates relating to Liberty Case News.

― Advertisement ―

spot_img

DPRD Sulsel Gelar RDP Bahas Nasib Muhammad Yusran, LSM Minta Status ASN Dikaji Ulang

Jeneponto Terkini, Makassar | Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama sejumlah pihak guna membahas polemik pemberhentian tidak dengan...
HomeUncategorizedPendidikan Sebagai Kontrol Sosial

Pendidikan Sebagai Kontrol Sosial

Parepare, Jeneponto Terkini | Pendidikan adalah Usaha sadar orang dewasa yang terencana untuk mempengaruhi (membimbing, menuntun, mengarahkan) Anak agar bisa mandiri dalam rangka terwujudnya Kepribadian anak. Pendidikan membantu individu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka, mempersiapkan mereka untuk karir dan kehidupan yang lebih baik, serta membantu mereka mengembangkan potensi pribadi mereka. Namun perlu diketahui bahwa pendidikan juga dapat berfungsi sebagai kontrol sosial.

Dalam konteks ini, pendidikan dapat dianggap sebagai alat untuk mengontrol perilaku individu dalam masyarakat. Hal ini dikarenakan pendidikan memberikan pengaruh yang kuat dalam membentuk sikap dan perilaku individu, sehingga dapat membantu mengendalikan perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Berikut ini usaha yang dilakukan pendidikan untuk membentuk sikap dan prilaku anak yaitu :

See also  Pangdam XIV/Hasanuddin Mengajak Pengungsi Menempati Tenda Yang Disiapkan

Pertama, adanya aturan dan peraturan yang dibuat oleh lembaga pendidikan yang sering kita kenal dengan tata tertib sekolah. Aturan dan peraturan ini bertujuan untuk membentuk disiplin dan tanggung jawab anak terhadap diri sendiri, lingkungan sekolah dan masyarakat.

Kedua, adanya penyuluhan atau sosialisasi. Pihak sekolah bekerja sama dengan anggota kepolisian dan kesehatan untuk menyuluhkan atau mensosialisasikan bahayanya narkoba, minuman keras atau hal-hal yang melanggar norma-norma masyarakat.

Ketiga, adanya pendidikan karakter dan moral yang diberikan oleh guru disetiap pembelajaran. Pendidikan karakter dan moral didapatkan peserta didik bukan hanya dari sebuah teori buku pelajaran saja tetapi yang paling pertama dan utama adalah melalui guru itu sendiri bagaimana karakter dan moral guru tersebut, karena guru itu digugu dan ditiru.

See also  Bupati dan Forkopimda Gowa Hadiri Pertemuan MUI dan Bab Kesucian

Keempat, Pembiasaan untuk bekerja sama dalam tim. Hal ini dilakukan melalui kegiatan-kegiatan kelompok dalam pembelajaran dan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang melibatkan siswa dalam tim.

Dengan demikian, pendidikan dapat membantu memperkuat nilai-nilai sosial yang dianggap penting dalam masyarakat, seperti disiplin, toleransi, kejujuran, kerja sama, dan tanggung jawab yang di peroleh anak-anak melalui proses pendidikan sehingga, anak-anak dapat tumbuh menjadi anggota masyarakat yang baik dan bertanggung jawab. (**)

Penulis:

Sitti Fatimah, Mahasiswa IAIN Parepare